Rabu, 11 April 2012

Tujuan Membaca



                                                      Tujuan Membaca

Banyak dari para ahli pada bidang membaca berpendapat bahwa pendekatan-pendekatan yang berorientasi pada tujuan dalam pembelajaran membaca menetapkan dasar yang paling baik yang dapat dilaksanakan untuk mendemonstrasikan akuntabilitas atau pertanggungjawaban dalam kegiatan membaca.
 Taringan (1985: 2-17) mengemukakan Secara garis besar kegiatan membaca mempunyai dua maksud utama, yaitu:
a.        Tujuan behavioral, yang disebut juga tujuan tertutup, atau tujuan intruksional.
Pendekatan yang berorientasi pada pada tujuan dalam pembelajaran membaca menekankan kepada beberapa bentuk tujuan yang ada kaitannya dengan perilaku siswa (Taringan 1985: 8). Lalu Montague dan Buts di dalam (Taringan 1985: 8) menambahkan bahawa tujuan behavioral adalah sasaran atau hasil yang diinginkan dari proses belajar, yang jelas-jelas dinyatakan oleh perilaku atau penampilan siswa yang dapat diamati. Tujuan behavioral ini biasanya diarahkan pada kegiatan-kegiatan membaca:
1)      Memahami makna kata (word attack)
2)      Keterampilan-keterampilan studi (study skliis)
3)      Pemahaman (comprehension).
b.      Tujuan ekspresif atau tujuan terbuka
Tujuan ekspresif ini sangat berbeda dengan tujuan behavioral atau tujuan inruksional. Tujuan ekspresif  tidaklah menentukan perilaku yang dapat oleh sang siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.
Di dalam tujuan ekspresif terkandung dalam kegiatan-kegiatan:
1)      Membaca untuk pengarahan diri (self-directed reading)
2)      Membaca penafsiran, membeca interpretativ (interpretative reading),
3)      Membaca kreatif (creative reading)
Di dalam tujuan membaca, dibedakan antara istilah initial reading dengan advance reading. Initial reading adalah membaca untuk mengerti bunyi (reading for sound). Sedangkan advance reading adalah membaca untuk mengerti (reading for meaning) (Mara’at 2009: 80,81).
a.       Membaca untuk Mengerti Bunyi
Di dalam initial reading, merupakan kegiatan pengenalan fonem pada pelajar pemula biasanya anak-anak, pada tahapannya pembaca harus mengenal fonem kemudian menggabungkan (blending) beberapa fonem menjadi suku kata atau kata.
b.      Membaca untuk Mengerti Arti (Advanced Reading)
Seperti kita ketahui membaca merupakan suatu proses mengetahui makna, kemudia urutan proses yang dilalui adalah dari bahasa tulisan – pencatatan (recording) – langsung ke makna (meaning). Beberapa ahli mengemukakan bahwa dalam membaca terjadi transformasi langsung dari bahasa tulis ke makna (pengertian), karena pengertian yang ditangkap dari teks lebih dibimbing oleh konseptual manusia dari pada oleh kata-kata yang tertulis dalam teks, namun beberapa ahli mengemukakan bahwa proses membaca tergantung pada sifat tulisan (Ma’rat, 2009: 83).

Daftar Pustaka
            Mar’at,s. (2005). Psikolinguistik Suatu Pengantar. Bandung: Refika Aditama.


Taringan H.  (1985).  Membaca Ekspresif. Bandung: Angkasa.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar